Polkam
Beranda » Berita » Gubernur NTT Dorong Pekerja Manfaatkan KUR untuk Pengembangan Usaha

Gubernur NTT Dorong Pekerja Manfaatkan KUR untuk Pengembangan Usaha

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memberikan arahan dalam dialog interaktif memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di Aula El Tari Kupang, Kamis (30/4/2026). (Foto Kanis Jehola)

WKN.COM, KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong pekerja atau buruh untuk meningkatkan taraf hidup dengan bertransformasi menjadi pelaku usaha melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam dialog interaktif memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di Aula El Tari Kupang, Kamis (30/4/2026).

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan, KUR menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu pekerja mengembangkan usaha secara mandiri.

Pemerintah telah menyiapkan KUR umum sebesar Rp 300 miliar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk pekerja formal, informal, hingga aparatur sipil negara (ASN).

“Siapa pun bisa menjadi pengusaha. Melalui KUR, kami ingin mendorong pekerja untuk naik kelas menjadi pengusaha dan memiliki usaha sendiri,” ujarnya.

130 Peserta Ikut Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di ATK

Selain KUR umum, Pemprov NTT juga mengalokasikan KUR khusus bagi pekerja migran sebesar Rp 50 miliar melalui Bank NTT. Skema ini memungkinkan pembiayaan awal untuk pelatihan dan persiapan kerja, yang dapat dicicil setelah pekerja mulai memperoleh penghasilan.

Gubernur menekankan bahwa peningkatan kompetensi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan kerja.

Oleh karena itu, pemerintah terus menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi guna menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja melalui pendekatan tripartit. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menciptakan hubungan industrial yang harmonis serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Perusahaan tidak bisa berjalan tanpa pekerja, dan pekerja juga membutuhkan pengusaha. Kolaborasi ini harus terus diperkuat,” tegasnya.

Mendorong Peran Perguruan Tinggi: Melahirkan Nelayan Profesional

Dalam dialog tersebut, berbagai isu ketenagakerjaan turut dibahas, mulai dari penerapan upah yang belum sesuai standar, peningkatan kualitas tenaga kerja, hingga perlindungan pekerja migran. Peserta juga menekankan pentingnya kepesertaan dalam program BPJS sebagai bentuk perlindungan tenaga kerja.

Pemerintah Provinsi NTT optimistis, melalui pemanfaatan KUR dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akan lahir lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah. (kas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement