Pendidikan
Beranda » Berita » Ketsia Lanoe: Berkat R A Kartini, Banyak Perempuan NTT yang Kreatif dan Inovatif

Ketsia Lanoe: Berkat R A Kartini, Banyak Perempuan NTT yang Kreatif dan Inovatif

Ketsia Lanoe

WKN.COM, KUPANG – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini atau R A Kartini terus hidup dalam kiprah perempuan Indonesia masa kini. Jika dahulu Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita, kini perempuan Indonesia membuktikan bahwa mereka mampu berkontribusi besar dalam pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ketsia A. S. Lanoe, ST, MT, menyampaikan bahwa perempuan Indonesia saat ini memiliki motivasi yang kuat serta kemampuan luar biasa dalam berbagai bidang. Mereka tidak hanya berperan di sektor domestik, tetapi juga aktif dalam pembangunan, termasuk di bidang teknik dan konstruksi.

Perkembangan global juga menunjukkan hal serupa. Sosok Christina Koch menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu menembus batas, bahkan hingga ke luar angkasa. Astronaut NASA tersebut mencatat sejarah sebagai bagian dari misi Artemis II yang akan mengelilingi Bulan. Dengan teknologi canggih, perempuan kini mampu menghasilkan karya besar yang dahulu didominasi oleh laki-laki.

Di Indonesia sendiri, kiprah perempuan di sektor konstruksi juga semakin menonjol. Salah satu contohnya adalah Diana Kusumastuti yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Selain itu, posisi strategis seperti Direktur Jenderal Cipta Karya juga dipegang oleh perempuan, yakni Dewi Chomistriana.

Khusus di Nusa Tenggara Timur (NTT), perempuan dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan inovasi, meskipun belum semuanya terekspos. Mereka berperan dalam pembangunan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan, dengan ide-ide kreatif yang terus berkembang.

130 Peserta Ikut Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di ATK

Salah satu contoh keberhasilan pembangunan adalah Jembatan Petuk yang terdiri dari beberapa segmen, seperti Petuk 1 dengan panjang lebih dari 300 meter yang hingga kini masih kokoh. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sumber daya manusia di daerah, termasuk perempuan, mampu menghasilkan karya konstruksi berkualitas tinggi.

Menurut Ketsia, perempuan NTT ke depan akan semakin menunjukkan peran pentingnya dalam pembangunan daerah. Dengan pendidikan yang semakin tinggi serta dukungan tunjangan kinerja, perempuan kini semakin terdorong untuk berinovasi dan berkarya.

Namun demikian, keberhasilan dalam karier juga harus diimbangi dengan peran dalam keluarga. Perempuan dituntut mampu membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan rumah tangga. Peran sebagai ibu, istri, dan anggota keluarga tetap menjadi hal yang penting.

“Wanita karier bukan hanya sukses di kantor, tetapi juga harus hadir untuk keluarga. Komunikasi dengan suami dan anak-anak harus tetap terjaga, meskipun pekerjaan menuntut waktu yang panjang,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya membangun tim yang solid dalam pekerjaan. Menurutnya, keberhasilan seorang pimpinan tidak lepas dari dukungan tim dan staf yang bekerja bersama secara harmonis.

Mendorong Peran Perguruan Tinggi: Melahirkan Nelayan Profesional

Dalam momentum Hari Kartini, Ketsia mengajak seluruh perempuan untuk terus bergandengan tangan, membangun kerja sama, dan menghadirkan inovasi demi kemajuan daerah, khususnya NTT.

Dengan semangat Kartini, perempuan Indonesia diharapkan terus melangkah maju, menjadi inspirasi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement