WKN.COM, KUPANG – Alumni Akademi Teknik Kupang (ATK) mengaku bangga terhadap perkembangan lembaga pendidikan yang telah menjadi tempat mereka menimba ilmu dan membentuk karakter sebagai tenaga profesional di bidang teknik.
Ungkapan kebanggaan itu disampaikan dua alumni ATK, Ketsia A. S. Lanoe, ST, MT atau yang akrab disapa Sona Lanoe, serta Frangky Welkis, dalam acara syukuran 54 Tahun ATK Berkarya (1972–2026) yang berlangsung di Lantai IV Kampus Baru ATK, Jalan Lingkar Luar Jalur 40, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (10/6/2026) malam.
Acara syukuran tersebut dihadiri Direktur ATK, Ir. Piter Djami Rebo, M.Si bersama Ny. Frouke Rebo, Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, para kepala balai di Kupang atau perwakilannya, mantan Kepala Dinas PUPR NTT yang juga Ketua IPPU NTT, Andre W. Koreh, Ketua DPD Inkindo NTT, Don Ara Kian, Sekretaris Yayasan ATK, para wakil direktur, para dosen, pegawai, mahasiswa serta keluarga besar ATK.
Selain syukuran, kegiatan itu juga diisi dengan penandatanganan deklarasi atau komitmen pengabdian dari para pihak untuk mendukung pengembangan ATK ke depan.
Alumni angkatan 1987 ATK, Ketsia Lanoe mengaku bangga melihat perkembangan ATK yang semakin maju. Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini jauh melampaui apa yang pernah dibayangkan para alumni ketika masih menempuh pendidikan.
“Melihat perkembangan ATK yang sekarang, kita tidak pernah membayangkan ATK bisa menjadi sedemikian bagus. Bukan hanya gedungnya, tetapi anak-anak juga dididik dengan baik,” ujarnya kepada wartakonstruksintt.com.
Ia berharap ATK terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan mampu bersaing dengan berbagai akademi teknik di Indonesia.
Sebagai alumni, Ketsia Lanoe mengaku bangga karena perjalanan menjadi lulusan ATK tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Tidak semua yang masuk ATK bisa keluar 100 persen sebagai alumni. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Karena itu mahasiswa sekarang harus memiliki motivasi yang kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik,” kata Ketsia Lanoe, yang kini menduduki jabatan fungsional di BPJN NTT ini.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki target yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
“Mahasiswa harus bisa mengalahkan yang sudah pernah ada. Bukan hanya sampai doktor, tetapi harus bisa menjadi profesor,” tegasnya.
Ketsia Lanoe mengenang masa kuliahnya pada tahun 1987 ketika ATK masih berada di kawasan kampus lama Undana Kupang. Saat itu, menurutnya, kondisi kampus sangat berbeda dengan sekarang.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa harus berjuang keras untuk menyelesaikan pendidikan, termasuk mencari pekerjaan dan proyek untuk mendukung kegiatan praktik.
“Tekad kami saat itu adalah harus kuat dan mampu berjalan sendiri. Kami mencari proyek dan pekerjaan supaya bisa melakukan praktik. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan dulu bisa menjadi motivasi bagi adik-adik mahasiswa sekarang,” ujarnya.
Ketsia Lanoe juga mengajak mahasiswa memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia saat ini, termasuk kesempatan praktik di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT yang memiliki laboratorium terakreditasi.
Miliki Karakter Sendiri
Sementara Frangky Welkis yang juga alumni ATK menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-54 kepada ATK yang dinilainya telah melewati perjalanan panjang dan penuh tantangan.
“Ini perjalanan panjang yang perlu disyukuri karena ATK bisa bertahan sampai hari ini,” katanya.
Menurut Frangky, ketika ATK berdiri pada tahun 1972, lembaga tersebut merupakan satu-satunya sekolah teknik yang ada di NTT. Karena itu, keberlangsungan ATK hingga saat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para alumni.

Ia menilai lulusan ATK telah menunjukkan kualitasnya melalui berbagai profesi yang kini digeluti, baik sebagai aparatur sipil negara (ASN), kontraktor, konsultan maupun pengusaha jasa konstruksi.
“Kita bersyukur karena alumni ATK mampu mengembangkan diri dan berkontribusi di berbagai bidang. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Frangky, yang kini menduduki jabatan sebagai kepala bidang di Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) ini.
Frangky berpesan kepada mahasiswa agar terus menjaga semangat belajar, disiplin dan berani menghadapi tantangan.
“Harus tetap disiplin dan belajar keras. Karena tanpa disiplin dan tanpa berada dalam situasi yang tidak nyaman, biasanya ke depan tidak akan menjadi apa-apa,” tegasnya.
Ia juga menilai ATK memiliki karakter dan keunggulan tersendiri di tengah persaingan banyak perguruan tinggi teknik di NTT.
“Sebagai alumni saya bangga dan merasa luar biasa. Di tengah persaingan yang begitu ketat, ATK tetap memiliki ciri khas dalam mencetak lulusan yang profesional. Buktinya, lulusan ATK saat ini sudah banyak tersebar di berbagai tempat dan menduduki posisi-posisi penting, baik di pemerintahan maupun sektor swasta,” pungkasnya. (kas)

Komentar