Pendidikan
Beranda » Berita » Djami Rebo Ingatkan Peserta Uji Sertifikasi Tentang Pentingnya Sikap Kerja

Djami Rebo Ingatkan Peserta Uji Sertifikasi Tentang Pentingnya Sikap Kerja

Direktur Akademi Teknik Kupang (ATK), Ir. Piter Djami Rebo, M.Si menyampaikan sambutan saat membuka kegiatan uji sertifikasi bagi tenaga teknis konstruksi di Kampus Baru ATK, Jalan Lingkar Luar Jalur 40, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (9/6/2026) pagi. (IST)

WKN.COM, KUPANG – Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya bekerja sama dengan Akademi Teknik Kupang (ATK) menyelenggarakan kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi bagi tenaga teknis konstruksi di Kampus Baru ATK, Jalan Lingkar Luar Jalur 40, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (9/6/2026) pagi.

Direktur Akademi Teknik Kupang (ATK), Ir. Piter Djami Rebo, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya yang telah memberikan kepercayaan kepada ATK sebagai penyelenggara kegiatan sertifikasi tersebut.

“Atas nama ATK saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya karena memberikan kepercayaan kepada ATK untuk menyelenggarakan kegiatan uji sertifikasi ini,” ujarnya.

Djami Rebo menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh tenaga kerja di bidang jasa konstruksi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Jasa Konstruksi. Menurutnya, setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti kemampuan profesional yang diakui secara resmi.

Peserta uji sertifikasi. (Foto Kanis Jehola)

“Kita memahami pentingnya sertifikasi. Undang-Undang Jasa Konstruksi mensyaratkan orang yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib bersertifikat. Itu tuntutan perundangan dan jika tidak memiliki sertifikasi tentu ada konsekuensi yang harus dihadapi,” katanya.

130 Peserta Ikut Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di ATK

Namun demikian, ia menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar memperoleh selembar sertifikat, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab profesional yang harus diwujudkan dalam sikap dan etika kerja sehari-hari.

“Saya ingin menekankan tentang sikap kerja. Mengikuti kegiatan sertifikasi bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi merupakan tanggung jawab profesionalisme terhadap sertifikat yang dimiliki,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh memasuki dunia kerja. Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai kualitas pekerjaan para tenaga teknis sehingga profesionalisme harus menjadi pegangan utama.

Djami Rebo menyoroti berbagai persoalan hukum yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan melibatkan tenaga teknis konstruksi. Karena itu, ia berharap para peserta yang mengikuti sertifikasi dapat menunjukkan kompetensi dan integritas yang tinggi dalam menjalankan profesinya.

Para peserta kegiatan foto bersama Direktur ATK, Ir. Piter Djami Rebo, M.Si, Kepala BP2JK Wilayah NTT, Supriyanto Yuli Heri Sapto, ST, panitia dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dan ATK. (Foto Kanis Jehola)

Pada kegiatan tersebut, uji sertifikasi dilaksanakan untuk beberapa bidang, yakni pelaksana pekerjaan gedung, pelaksana pekerjaan jalan, pelaksana pekerjaan saluran irigasi, serta supervisor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) konstruksi.

Mendorong Peran Perguruan Tinggi: Melahirkan Nelayan Profesional

“Saya mohon sekali agar saudara-saudara menunjukkan bahwa saudara-saudara siap untuk diuji. Kompetensi dan pengalaman akan terus bertumbuh seiring perjalanan waktu, tetapi fondasi profesionalisme harus dibangun sejak sekarang,” katanya.

Kepada para asesor, Djami Rebo juga meminta agar proses penilaian dilakukan secara objektif sehingga menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang benar-benar kompeten dan siap bersaing.

“Kami sangat mengharapkan mereka ini menjadi pekerja terbaik dari Nusa Tenggara Timur. Oleh sebab itu peserta harus sungguh-sungguh menunjukkan keahlian dan kompetensinya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa para peserta telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan selama proses pendidikan di ATK. Karena itu, momentum sertifikasi menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil pembelajaran yang telah diperoleh.

Djami Rebo turut menyampaikan terima kasih kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah NTT serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Pembangunan Patung Yesus di Semau: Antara Legitimasi Hukum, Review Tata Kelola, dan Akuntabilitas Publik

Kegiatan ini dihadiri Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya yang diwakili Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah NTT, Supriyanto Yuli Heri Sapto, ST, Wakil Direktur I ATK Charisal Akdian Manu, Sekretaris Yayasan ATK Sonny Tella, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan ATK I Made Suparta, serta para dosen dan staf Akademi Teknik Kupang. (kas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement