Oleh: Ir. Piter Djami Rebo, M.Si
Direktur Akademi Teknik Kupang
WKN.COM – UPAYA meningkatkan kapasitas nelayan lokal tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda) sendirian. Kehadiran akademisi, seperti dukungan dari Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Undana, harus diarahkan secara nyata untuk melahirkan Nelayan Profesional.
Perguruan Tinggi (PT) tidak boleh hanya hadir untuk kajian ilmiah di atas kertas atau pendataan stok ikan semata, melainkan mengambil peran dalam:
Inkubasi Bisnis dan Pelatihan Teknis: Merancang program vokasi terapan bagi warga lokal, mulai dari modernisasi navigasi perikanan, perawatan armada, hingga manajemen keuangan perikanan.
Pendampingan Pasca-Panen dan Diversifikasi: Mengedukasi masyarakat lokal agar mampu mengolah produk perikanan menjadi barang jadi bernilai tinggi (value-added products).
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perikanan: Menempatkan mahasiswa dan peneliti untuk mendampingi tata kelola Koperasi Desa Merah Putih secara terstruktur dan berkelanjutan.
Jadi Contoh Nasional
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Semau adalah pemicu (catalyst) yang sangat berharga. Mari kita pastikan bahwa fasilitas fisik yang megah ini diimbangi dengan investasi pada kapasitas manusia.
Dengan mengukur keberhasilan dari dampaknya terhadap kesejahteraan warga lokal, serta membangun iklim kolaborasi yang terbuka dan inklusif tanpa dikotomi asal-usul, Kampung Nelayan di Semau tidak hanya akan memperkuat perikanan NTT, tetapi juga menjadi contoh nasional bagaimana ekonomi pesisir bangkit secara mandiri, berdaya, dan berkeadilan. (*)

Komentar