WKN.COM, KUPANG – Ketua Panitia Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban Masjid Al-Muhajirin Oebufu, Agus Junaidi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun 2026 di Masjid Al-Muhajirin Oebufu, Kota Kupang, hari Rabu (27/5/2026), berjalan baik dan lancar.
Sebelum pelaksanaan pemotongan hewan kurban, terlebih dahulu dilaksanakan Sholat Idul Adha di Lapangan Korem 161/Wirasakti Kupang.
Setelah pelaksanaan sholat, panitia dan jamaah kembali ke Masjid Al-Muhajirin Oebufu Kupang untuk memulai proses pemotongan hewan kurban sekitar pukul 09.00 Wita.
Agus Junaidi menjelaskan, hingga hari pelaksanaan, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 23 ekor, terdiri dari 13 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut dipotong pada hari yang sama dan langsung dibagikan kepada masyarakat.
“Sebanyak 13 ekor sapi terdiri dari bantuan kelompok sebanyak 7 ekor dan bantuan perorangan 6 ekor. Sedangkan 10 ekor kambing semuanya merupakan bantuan perorangan,” ujar Agus kepada wartakonstruksintt.com.
Menurutnya, jumlah penerima daging kurban berdasarkan data kupon sekitar 500 orang. Namun dengan bertambahnya jumlah hewan kurban, penerima manfaat dipastikan melebihi angka tersebut.

Daging kurban dibagikan kepada jamaah dan masyarakat sekitar, baik umat Muslim maupun warga non-Muslim yang tinggal di sekitar masjid.
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban tersebut juga dihadiri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang datang didampingi sejumlah pejabat.
Kehadiran gubernur untuk mengikuti seremoni pemotongan sapi bantuan Pemerintah Provinsi NTT yang sebelumnya telah diserahkan kepada panitia.
Saat tiba di lokasi, Gubernur NTT disambut Ketua Yayasan Masjid Al-Muhajirin Oebufu, H. Idris Mochdar, bersama pengurus masjid dan panitia kurban.
Agus Junaidi mengaku bangga dan bersyukur atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap pelaksanaan kurban di Masjid Al-Muhajirin Oebufu.
“Saya dan rekan-rekan panitia serta seluruh jamaah masjid tentunya berbangga hati karena Bapak Gubernur memberikan satu ekor sapi untuk kurban tahun ini di Masjid Al-Muhajirin Oebufu Kupang. Saya juga senang kegiatan ini diliput oleh rekan-rekan media. Harapan saya semoga keberkahan dan sukacita menyertai kita semua. Amin,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga pelaksanaan pemotongan hewan kurban dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Aman Dikonsumsi
Sementara dokter hewan Agustina Tamo Ina dari Dinas Peternakan Provinsi NTT, menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Kupang serta Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.
Menurutnya, pemeriksaan anti-mortem telah dilakukan sejak Selasa (26/5/2026), sehari sebelum pemotongan. Namun beberapa hewan yang baru tiba pada hari pelaksanaan juga tetap diperiksa sebelum disembelih.
“Pemeriksaan anti-mortem meliputi suhu tubuh, umur, kondisi gigi, dan kelayakan hewan sesuai syarat kurban,” jelas Agustina.

Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan pos-mortem setelah penyembelihan, meliputi pemeriksaan organ dalam seperti hati, paru-paru, jantung, dan limpa.
“Hingga saat ini belum ditemukan masalah serius. Tadi hanya ditemukan cacing pada salah satu hati sapi dan langsung kami sampaikan kepada panitia untuk dipisahkan. Jadi hanya organ yang ditemukan masalah saja yang dipotong, sedangkan daging sapinya tetap aman dikonsumsi,” ujarnya.
Agustina juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pemotongan agar daging yang dihasilkan tetap higienis. Ia meminta panitia memperhatikan penggunaan alas kaki dan larangan merokok di area pemotongan.
“Dengan kata lain, pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid Al-Muhajirin Oebufu Kupang telah memenuhi persyaratan,” pungkasnya. (kas)

Komentar