WKN.COM, KUPANG – Akademi Teknik Kupang (ATK) menandai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 dengan meluncurkan tiga instrumen penting transformasi institusi sebagai langkah menyongsong masa depan pendidikan vokasi yang lebih modern dan kompetitif.
Peluncuran Website Resmi ATK, platform pembelajaran digital ATK Learn, dan Jurnal Ilmiah ATK dilakukan dalam acara syukuran 54 Tahun ATK Berkarya (1972–2026) yang berlangsung di Lantai IV Kampus Baru ATK, Jalan Lingkar Luar Jalur 40, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (10/6/2026) malam.
Direktur Akademi Teknik Kupang, Ir. Piter Djami Rebo, M.Si, mengatakan, perayaan ulang tahun ke-54 bukan sekadar seremoni bertambahnya usia lembaga pendidikan, tetapi menjadi momentum refleksi, rasa syukur, sekaligus peneguhan komitmen untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
“Perjalanan ATK yang lahir dari cita-cita besar menghadirkan pendidikan teknik sejak tahun 1972 bukanlah perjalanan yang mudah. Kita mengalami berbagai keterbatasan sarana, sumber daya, dinamika perubahan kebijakan pendidikan tinggi, hingga tantangan persaingan yang semakin ketat. Namun berkat bimbingan dan penyertaan Tuhan, ATK tetap berdiri, bertahan, dan terus berkarya hingga saat ini,” kata Djami Rebo dalam sambutannya.

Menurutnya, selama 54 tahun perjalanan institusi, ATK telah melahirkan lebih dari 2.000 alumni yang kini tersebar di berbagai bidang pekerjaan, mulai dari aparatur sipil negara, kontraktor, konsultan, pengusaha, tenaga teknis hingga pemimpin di berbagai institusi.
“Mereka adalah bukti nyata bahwa ATK telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Djami Rebo menyampaikan apresiasi kepada para dosen, pegawai, mahasiswa, alumni, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan ATK.
Tantangan Era Digital
Ia menegaskan, perguruan tinggi saat ini berada di tengah era perubahan yang sangat cepat akibat revolusi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), otomatisasi, dan transformasi industri.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi harus mampu mencetak lulusan yang kompeten, tersertifikasi, adaptif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Di sisi lain, ATK masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan sumber daya dosen, modernisasi sarana dan prasarana, pengembangan riset dan publikasi ilmiah, penguatan kerja sama nasional dan internasional, serta transformasi menuju pendidikan vokasi yang unggul dan relevan.

Meski demikian, ia melihat peluang yang sangat besar bagi ATK untuk terus berkembang, terutama karena kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang infrastruktur, konstruksi, jalan, jembatan, irigasi, sumber daya air, dan teknologi terapan terus meningkat.
“NTT membutuhkan lebih banyak tenaga vokasi yang kompeten untuk mendukung pembangunan daerah. Di sinilah ATK memiliki ruang pengabdian yang sangat luas,” tegasnya.
Tiga Instrumen Transformasi
Sebagai langkah konkret menyongsong masa depan, pada momentum HUT ke-54 ini ATK meluncurkan tiga instrumen transformasi.
Instrumen pertama adalah Website Resmi ATK yang diharapkan menjadi wajah institusi, jendela komunikasi, sarana promosi, pusat layanan informasi akademik, sekaligus ruang interaksi dengan masyarakat, alumni, mitra, dan calon mahasiswa.
“Melalui website ini ATK harus hadir lebih terbuka, lebih transparan, dan lebih profesional,” ujarnya.

Instrumen kedua adalah ATK Learn, platform pembelajaran digital yang memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung lebih fleksibel, terdokumentasi, terukur, dan sesuai perkembangan zaman.
“Saya berharap seluruh dosen memanfaatkan ATK Learn secara maksimal sehingga kualitas pembelajaran semakin meningkat dan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik,” katanya.
Sementara instrumen ketiga adalah Jurnal Ilmiah ATK sebagai wadah publikasi karya dosen, mahasiswa, dan peneliti.
Menurut Djami Rebo, keberadaan jurnal ilmiah sangat penting karena perguruan tinggi tidak hanya berfungsi mengajar, tetapi juga menghasilkan ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Saya berharap jurnal ini menjadi media lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang dapat memberikan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Target Akreditasi dan Transformasi
Dalam kesempatan tersebut, ATK juga menggelar penandatanganan deklarasi atau komitmen pengabdian bersama para pihak sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan institusi ke depan.
Djami Rebo menjelaskan, komitmen tersebut menjadi pengikat kerja sama berbagai pemangku kepentingan untuk membantu penguatan ATK, baik melalui dukungan tempat magang, kemitraan, maupun kontribusi alumni dan mahasiswa.

Ia menargetkan ATK dapat meraih akreditasi Baik Sekali pada tahun depan dan meningkat menjadi Unggul dalam dua tahun mendatang.
“Tanpa dukungan semua pihak, kita tidak mungkin mencapai target tersebut. Karena itu komitmen ini menjadi komitmen bersama untuk mendukung pengembangan ATK ke depan,” katanya.
ATK, lanjutnya, telah menetapkan arah pengembangan menuju institusi pendidikan vokasi yang lebih kuat, modern, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Penguatan mutu institusi, kemitraan internasional, pengembangan kampus baru yang hijau dan produktif, serta transformasi menuju pendidikan vokasi unggul menjadi fokus utama dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita ingin menghasilkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Kita ingin menjadi kampus yang tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga karena dampaknya bagi masyarakat,” kata Djami Rebo.
Acara syukuran tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan mitra strategis, di antaranya Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, mantan Kepala Dinas PUPR NTT sekaligus Ketua IPPU NTT, Andre W. Koreh, Ketua DPD Inkindo NTT, Don Ara Kian, jajaran yayasan, dosen, pegawai, mahasiswa, alumni, serta mitra kerja ATK. (kas)

Komentar