WKN.COM, KUPANG – Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS Nusa Tenggara II) bergerak cepat (gercep) menangani kerusakan pada 10 Daerah Irigasi (DI) yang terdampak gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (Kasatker PJPA) BBWS Nusa Tenggara II, Ari Mulerli, di Kupang, Selasa (22/9/2026), menjelaskan, terdapat 11 kegiatan pada 10 DI yang terdampak gempa tersebut.
Menurut Ari, 10 DI yang terdampak gempa Flores tersebut tersebar di tujuh kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.
“Khusus di DI Mautenda 4, Kabupaten Ende, ada dua kegiatan yang dilaksanakan, yaitu satu di jaringan irigasi dan satu kegiatan di bendungnya,” kata Ari.
Ia menjelaskan, kerusakan pada 10 DI tersebut telah ditangani melalui kegiatan tanggap darurat berupa rehabilitasi dan rekondisi (rehab rekon) agar jaringan irigasi tetap berfungsi.
Kegiatan tanggap darurat tersebut dilaksanakan oleh bagian operasi dan pemeliharaan (OP) BBWS Nusa Tenggara II.
“Dengan kegiatan tanggap darurat dan sekarang sudah memasuki masa peralihan tanggap darurat diharapkan semua DI yang terkena dampak gempa Flores kini fungsional kembali,” ujar Ari.
Ari menyebutkan, sejumlah DI mengalami kerusakan berat akibat gempa. Di antaranya DI Wae Cecu dan Wae Mese, di mana terjadi longsoran yang menyebabkan saluran irigasi hilang.
Kerusakan berat juga terjadi di DI Mbay, Kabupaten Nagekeo. Pada lokasi tersebut, talang bergeser akibat gempa sehingga menyebabkan saluran mengalami kebocoran.
Selain itu, kerusakan terjadi pada DI di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur. Kerusakan tersebut terjadi akibat jaringan irigasi terdampak guncangan gempa.
“Infonya sudah tertangani dengan melakukan penanganan di titik-titik yang rusak sehingga airnya jalan lagi,” kata Ari.
Sementara untuk proyek reguler tahun anggaran 2026 yang sedang dikerjakan, salah satunya berada di DI Nggorang Sub DI Wae Dongkong, Kabupaten Manggarai Barat.
Menurut Ari, bagian yang terdampak gempa adalah bendung suplesi Wae Deleng yang berfungsi sebagai suplesi masuk ke DI Wae Dongkong.
Bendung tersebut mengalami guncangan akibat gempa yang menimbulkan retakan. Namun, kerusakan itu telah diperbaiki.
“Yang terdampak itu bendung suplesi Wae Deleng. Itu merupakan suplesi masuk ke DI Wae Dongkong. Bendungnya ini tergoyang sehingga menimbulkan retak-retak dan sudah diperbaiki,” jelas Ari. (kas)

Komentar